Pages

Jumat, 20 Februari 2015

[Info] Metode Pengelasan TIG

Kemarin admin sudah membahas metode pengelasan yang pertama yaitu ARC atau MMA atau bisa disebut juga SWAG. Nah kali ini admin akan membahas metode pengelasan TIG.



Pengelasan dengan gas pelindung Argon (Tungsten Iner Gas) merupakan salah satu pengembangan dari pengelasan yang telah ada yaitu pengembangan dari pengelasan secara manual yang khususnya untuk pengelasan non ferro (alumunium, magnesium kuningan dan lain-lain, baja spesial (Stainless steel)  dan logam-logam  anti korosif lainnya.
Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) ini tidak menggunakan proses elektroda sekali habis (non consumable electrode) , Temperatur yang dihasilkan dari proses pengelasan ini adalah 30.000 0F atau 16.648 0C dan fungsi gas pelindung adalah untuk menghidari terjadinya oksidasi udara luar terhadap cairan logam yang dilas, maka menggunakan gas Argon, helium murni atau campuran salah satu sifat dari gas ini bukan merupakan bahan bakar, melainkan sebagai gas pelindung. Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) merupakan pengelasan yang sangat tinggi kualitasnya, juga dapat meningkatkan :
1.    Kontrol yang sangat baik terhadap kemampuan adanya perubahan arus listrik dalam pengelasan
2.    Hasil pengelasan pada sambungan secara visual sangat baik
3.    Ujung elektroda terpusat pada bagian yang akan di las
  
Tungsten merupakan suatu logam yang digunakan untuk elektroda yang tidak mencairkan pengelasan (non cosumable), fungsinya hanya menghubungkan arus listrik dari sumber daya ke logam yang berbentuk busur panas.






Karakteristik penggunaan unit tenaga listrik yang diberikan bisa dilakukan, apabila :

- Open circuit harus antara 50 volts sampai dengan 100 volts.
- Aliran yang dipergunakan antara 50 A sampai dengan 250 A dan bisa diatur sesuai dengan keperluan dengan memutarkan alat kontrol (Current Control) dan ada juga mesin yang mengunakan alat kontrol yang menggunakan remote yang dioperasikan dengan cara injakan kaki.
- Mesin las Tungsten Inert Gas (TIG) yang modern sudah menggunakan arus AC/DC dan diatur dengan menggunakan kaki, juga mesin las ini bisa dioperasikan secara multi fungsi yaitu : bisa digunakan untuk pengelasan las busur manual (MAW) dan Pengelasan dengan TIG


Secara operasional mesin las TIG menggunakan 3 macam proses yaitu :
  1. Alternating Current High Frequency (ACHF)
  2. Direct Current Straight Polarity (DCSP)
  3. Direct Current Reverse Polarity (DCRP)
Untuk pekerjaan lembaran logam yang tipis, pengelasan TIG dapat digunakan tanpa filler logam. Untuk pekerjaan dengan lembaran logam yang lebih tebal atau ketika menggabungkan bahan yang berbeda, filler logam digunakan dalam bentuk kawat batangan atau kawat gulungan yang dipasok oleh alat pengumpan yang terpisah biasanya tanpa arus listrik. Dalam pengelasan TIG standar, api dikeluarkan dengan bebas tetapi sebuah varian yang dikenal dengan pengelasan plasma menggunakan nozzle sekunder untuk mengecilkan arc.

Itu lah sekilas tentang pengelasan TIG.
Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kami di 0813 6448 3353 atau (0761) 24644
Jangan lupa kunjungi website kami di sentralperkakas.com ya :D











Tidak ada komentar:

Posting Komentar